- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
- Whoosh Resmi Go Global, Kini Bisa Dipesan Dunia Lewat Trip.com
- 5 Cara Biar Remaja Tetap Aman di Internet, Tanpa Drama dan Jadi Polisi Gadget
Indonesia Ekspor 10 Kontainer Udang Bebas Cesium 137 ke AS

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) selaku Certifying Entity (CE) ekspor udang ke Amerika Serikat
telah berhasil memenuhi persyaratan sertifikasi bebas Cesium-137 (Cs-137)
sesuai standar United States Food and Drugs Administration atau FDA. Keberhasilan
ini ditandai dengan pelepasan ekspor udang bersertifikat bebas radionuklida ke
Negeri Paman Sam melalui pelabuhan di Jakarta dan Surabaya pada Rabu (3/12).
"Hari ini, saya bersama Pak Menko Pangan selaku Ketua
Satgas Penanganan Kontaminasi Cs-137 melepas secara simbolik ekspor udang bebas
Cs-137 ke Amerika serikat, yang menjadi bukti nyata bahwa Negara hadir untuk
melindungi masyarakat Indonesia dari kontaminasi bahan berbahaya radioaktif,
dan lebih penting lagi memastikan keberlanjutan industri udang nasional dengan
pulihnya aktivitas ekonomi hulu - hilir industri udang kita,” tutur Menteri
Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di lokasi pelepasan ekspor.
Jumlah udang yang diekspor ke Amerika Serikat sebanyak 10
kontainer. Empat di antaranya melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan enam sisanya
lewat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan tujuan sejumlah pelabuhan masuk
di Amerika seperti Los Angeles, Houston, Savannah, serta Miami.
Baca Lainnya :
- Indef Ingatkan Pertanian Belum Pulih Dari Dampak Pandemi0
- Mentan: 40.000 Sawah Terdampak akan Dapatkan Bantuan Kementan, Termasuk Alsintan di Sumut0
- Pangan dalam Perspektif dan Tradisi Masyarakat Indonesia, Sejatinya Sudah Swasembada0
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!0
- Mentan Ajak Gotong Royong Swasembada Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat0
"Sejak diberlakukannya Import Alert #99-52 oleh Amerika
per 31 Oktober lalu, saya telah instruksikan kepada jajaran bahwa pada tanggal
itu juga proses bisnis sertifikasi bebas Cs-137 harus siap. Hasilnya sejak 31
Oktober sampai hari ini 3 Desember KKP telah berhasil mensertifikasi dan
mengkapalkan 313 kontainer udang ke Amerika dengan volume 5,4 ribu ton senilai
USD 58,68 juta atau sekitar Rp974,04 Miliar,” rinci Menteri Trenggono.
Akan Ada Ekspor Lanjutan
Menteri Trenggono menambahkan bahwa KKP juga sedang
bersiap melepas kembali ekspor udang ke Amerika Serikat pada tanggal 4, 5 dan 6
Desember 2025 sebanyak 79 kontainer, dengan volume 1,6 ribu ton senilai USD
14,58 Juta. Sedangkan sampai 31 Desember nanti total ekspor diperkirakan
mencapai 292 kontainer dengan volume 5,07 ribu ton senilai USD 54,74 juta atau
Rp908,71 milyar.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli
Hasan yang dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan, pelepasan ekspor ini
menandakan keberhasilan sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan Cesium
137.
"Ini pesan kuat bahwa Indonesia mampu memenuhi standar
global dan terus memperkuat sistem jaminan mutu dari hulu hingga hilir. Ada
masalah segera kita tangani dengan cepat," tegasnya.
Kalangan pelaku usaha yang diwakili Asosiasi Produsen
Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia mengapresiasi Pemerintah
dalam hal ini Kemenko Bidang Pangan, KKP, BAPETEN, BRIN, serta Gegana Polri
yang telah bekerja keras bahu membahu dalam memfasilitasi terselenggaranya
sertifikasi udang bebas Cs-137 untuk memenuhi persyaratan baru Amerika.
"Pelepasan ekspor hari ini mengirimkan pesan positif
tidak saja bagi masyarakat konsumen di dalam negeri terlebih kepada USFDA dan
masyarakat konsumen di pasar global khususnya AS. Dengan demikian, aktivitas
ekonomi hulu - hilir industri udang secara bertahap kembali bergerak normal,”
ujar Ketua AP5I Saut Hutagalung.
Saut juga menyatakan, pelaku usaha dan stakeholders di bawah
AP5I berkomitmen untuk mengikuti aturan yang ditetapkan Pemerintah demi
kelangsungan dan kemajuan industri perikanan Indonesia.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

