- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
Danantara Belum Berhasil Cabut Status Gagal Bayar Utang Waskita Karya

Keterangan Gambar : Gedung WSKT/Istimewa
JAKARTA– Danantara Aset Manajemen belum dapat mengeluarkan PT Waskita
Karya Tbk (WSKT) dari status perusahaan gagal bayar utang kepada investor
obligasinya.
Hal itu terungkap dari peringkat efek Obligasi
Berkelanjutan III Tahap IV yang dicap idD oleh Pemeringkat Efek Indonesia
(Pefindo) untuk periode 7 Oktober 2025-1 Oktober 2026.
Dijelaskan peringkat ini dilekatkan kepada surat utang
senilai Rp1,36 triliun yang jatuh tempo pada 16 Mei 2024, setelah tidak kunjung mendapatkan persetujuan
tata ulang utang atau restrukturisasi dari obligor.
Baca Lainnya :
- Danantara Akan Sulap Tekor Modal GIAA USD1,4 Miliar Jadi Bermodal USD349 Juta 0
- OJK Nilai Serangan Siber Rentan Berdampak Sistemik0
- Krakatau Steel Pangkas Nilai Permohonan Dana Darurat Jadi USD750 Juta 0
- Estika Tata Tiara Jajal Cuan Sapi Perah 0
- Krisis Politik Prancis dan Jepang Ikut Topang Reli Harga Emas0
“Peringkat ini mencerminkan profil keuangan WSKT yang
sangat lemah ,” tulis analis Pefindo Resnanda Dahono dan William Siregar
dikutip Jumat(10/10/2025).
Namun mereka dapat merubah peringkat menjadi lebih
tinggi jika telah menyelesaikan program restrukturisasi dengan obligor serta
menunjukan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangannya secara
berkelanjutan. Kedua analis itu menekankan bahwa efek utang dengan peringkat idD
pada saat gagal bayar.
Seperti diketahui,
WSKT kini telah menjadi anak usaha Danantara Aset Management dengan
kepemilikan 75,3 persen.
Namun sejak dibawah naungan Danantara kinerja
keuangannya belum juga terlihat perubahan.
Pada semester I 2025, WSKT melaporkan mengalami penyusutan
pendapatan sedalam 30,6 persen secara tahunan menjadi Rp3,101 triliun
pada semester I 2025.
WSKT menderita rugi bersih sedalam
Rp2,138 triliun pada akhir Juni 2025. Nilai kerugian ini menyusut 0,8 persen
dibanding akhir Juni 2024 sedalam Rp2,159 triliun.
Kerugian itu kian memperdalam defisit 13,5 persen dibanding akhir tahun 2024 menyentuh Rp18.43 triliun pada akhir Juni 2025. Pada gilirannya, total ekuitas terpangkas 29,8 persen dibanding akhir tahun 2024 sisa Rp5,528 triliun pada akhir Juni 2025.
Pada sisi lain, jumlah kewajiban berkurang 1,3 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp68,3 triliun pada akhir Juni 2025. Perlu dicatat, kas bersih digunakan untuk operasional sepanjang 6 bulan 2025 mencapai Rp1,26 triliun.
Akibat gagal bayar utang, BEI menghentikan sementara atau suspend saham
emiten infrastruktur pelat merah ini sejak 8 Mei 2023. Dengan kondisi ini, BEI
telah dapat mencoret saham WSKT dari papan perdagangan.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

