- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
Reformasi Pupuk Subsidi Dongkrak Produksi Pangan
(1).jpg)
JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mengapresiasi langkah reformasi distribusi pupuk subsidi yang
dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan), yang dinilai berhasil meningkatkan
produktivitas petani dan mendongkrak kinerja produksi beras nasional sepanjang
tahun 2024-2025.
Menurut Sri Mulyani, kebijakan penyaluran pupuk subsidi yang
dilakukan lebih dini dan tepat sasaran, ditopang oleh penyederhanaan regulasi
oleh Kementan, telah berdampak signifikan terhadap keberhasilan musim tanam dan
panen tahun ini. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers APBN Kita edisi
April 2025 di Jakarta, Rabu (30/4).
“Tahun ini musim tanam berjalan baik, subsidi pupuk
dilakukan secara sangat dini dan dengan reform distribusi pupuk oleh
Kementerian Pertanian, petani bisa mendapat pupuk lebih cepat. Ini yang
menyebabkan kenapa banyak panen sangat bagus,” jelas Menkeu.
Baca Lainnya :
- Penyuluh Pertanian Satukan Tekad Akselerasi Swasembada Pangan0
- Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, Prabowo: Petani Produsen Pangan, Tanpa Pangan Tidak Ada NKRI0
- DPR Apresiasi Gebrakan Mentan Amran Percepat Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah0
- Upaya KKP Bangkitkan Geliat Budidaya Rumput Laut Kepulauan Seribu 0
- Sukses Kelola Sektor Pertanian, Wamentan: Jateng Jadi Contoh Industri Padi Nasional0
Capaian ini diperkuat oleh lonjakan serapan beras Perum
Bulog yang mencapai 1,3 juta ton hanya dalam satu bulan—angka yang melampaui
rata-rata serapan tahunan selama tujuh tahun terakhir. Di sisi lain, data BPS
memproyeksi produksi gabah nasional menembus 13,9 juta ton per April 2025.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari reformasi
regulasi pupuk yang telah memangkas 145 aturan dan persetujuan lintas
kementerian hingga kepala daerah. Kini, kebijakan baru yang dirumuskan dalam
bentuk Perpres dan Inpres memangkas birokrasi menjadi hanya melibatkan
Kementan, PT Pupuk Indonesia, dan Gapoktan atau pengecer.
“Hasilnya, tanggal 1 Januari pukul 00.00 lewat 2 detik,
petani sudah tebus pupuk. Volume distribusi Januari yang biasanya 300 ribu ton,
naik dua kali lipat jadi 630 ribu ton,” ungkap Mentan Amran.
Dengan cadangan beras nasional di gudang Bulog yang kini
menyentuh di atas 3,4 juta ton—tertinggi dalam 23 tahun terakhir—kebijakan
percepatan dan penyederhanaan subsidi pupuk dinilai berhasil menempatkan
Indonesia sebagai salah satu negara paling produktif di dunia dalam sektor
pangan.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

