Dongeng di Bawah Rembulan

Jembalang Bekan. Kuntilanak, Sundel bolong, Kalongwewe, Kala Kanthung, Butha Ijo, Tuyul, Pocong, Maya-Maya, Genderuwo, Gerandong, Nyi Roro kidul, Nyi Blorong, Dewi Lanjar, Dewi Sri, Setan Perkayangan, Danyang, Indang, Belis Gundul (Iblis Gundul), Buncul, Wiyangga, Siluman dll adalah sederet nama-nama beken bangsa lelembut atau jembalang yang menjadi sebutan Orang Jawa. Dulu sewaktu masih bocah ingusan, Tetua didesa sering bercerita tentang keberadaan mahluk-mahluk tadi.

Biasa dengan bercengkerama selepas acara kenduri , tetapi seringnya pas ngumpul di bawah temaram cahaya bulan sebagai bunga cerita, yaitu dengan menggelar tikar dipelataran rumah. Anak-anak ndeso yang sangat akrab satu sama lain tak peduli anak laki-laki maupun perempuan duduk saling berhimpitan diatas tikar dengan bergerombol sesuai jumlah tikar yang digelar. Karena waktu ngumpul biasa selepas Sholat Isya. Biasanya anak laki-laki tak lepas dengan sarung yang multi fungsi sebagai bawahan, selimut, dan pengusir nyamuk.

Baca Juga:

Kisah Daud, Sulaiman dan Bilqis

Romantika Adam dan Hawa

Ketika menatap wajah bulan yang terang benderang, wajah bulan tak semuanya terang, seolah diwajahnya ada lukisan Nenek tua yang badannya sudah bungkuk memegang tongkat atau kayu. Ketika rasa penasaran menyeruak di hati para bocah lugu, dan ditanyakan siapa gerangan sosok yang terlukis diwajah rembulan itu? Maka di jawab oleh Tetua kala itu yang sebenarnya sama lugunya dengan yang bertanya, bahwa sosok itu adalah Penunggu Bulan yang bernama Nyai Putho. Dialah katanya, yang membuat bulan terlihat terang benderang, atau redup. Disaat dia berapi untuk memasak ketika kayunya masih banyak api akan membesar, maka bulan pun akan bercahaya terang, dan saat kayunya mulai habis dan apinya mengecil maka reduplah wajah bulan. Ibarat orang buta, minta dituntun orang buta, hasilnya sama-sama nyemplung di got.

Saat itu munculnya terang bulan bagi anak-anak dan orang tua adalah saat yang sangat diidam-idamkan. Maklum tv masih barang langka, paling banter di desa, itupun masih tv hitam putih hanya 1-2 saja yang punya. Pak Lurah sudah pasti punya, kemudian orang yang paling mampu didesa barulah bisa punya, coz harganya selangit. Tidak seperti radio transistor yang terjangkau kelas bawah. Jadi kami adalah Generasi yang diasuh oleh cahya Rembulan, sedang generasi masakini diasuh oleh cahya Tv.

Karena PLN belum masuk desa, tv –tv itu mesti menggunakan aki yang besar. Jika setrum aki sudah mau habis maka gambar tv nya menjadi ‘’mleot’’ dan tampak konyol, muka ganteng artis berubah seperti kartun, lalu suaranya berubah seperti pita kaset yang molor. Jika sudah demikian alamat aki minta di cas / charge.

Biasanya aki itu dibawa kekota kecamatan karena saat itu level kota kecamatan sudah ada listrik dengan tegangan 110 volt, listrik sekarang 220 volt. Jika desa itu jauh dari kota maka perjuangan untuk mengecas aki luar biasa, bersepeda membawa aki yang berat dengan jalan yang berbatu-batu, bisa 5-10, bahkan 20 km demi mengecas aki. Sabar sekali ya mereka ….sudah gitu siaran tv Cuma TVRI doang…tetapi hati yang lugu memang tidak terkira bahagianya.

Maksud Tersembunyi

Bocah-bocah jadul masa itu lebih asli dari segi pola pikir, karena serbuan budaya asing melalui tv belum efektif. Sisi baiknya budaya lisan turun temurun seperti dongeng-dongeng asli menjadi sangat diminati anak-anak. Karena sangat lugu tak jarang dongeng dianggap nyata, atau pernah ada. Seperti  dongeng Sangkuriang yang berkaitan dengan Gunung Tangkuban perahu, dongeng Roro Jonggrang yang berkaitan dengan Candi Prambanan. Begitu juga cerita-cerita yang berkaitan dengan klenik / mistik, atau roh halus, pantangan, ora ilok (tidak elok) dll. mendengar cerita itu bisa merinding bulu roma.

Sisi buruknya, orang tua kita dahulu sering bercerita tidak tuntas atau tidak dijelaskan maksudnya, sehingga menjadi keyakinan atau tahayul murni, dan ini berbahaya dari segi akidah. Padahal ada kalanya dongeng atau pantangan itu di karang untuk suatu petuah, lalu dibumbui tahayul agar dipatuhi dan diingat, seperti ;

’Anak gadis jangan makan di ambang pintu, nanti lamarannya balik lagi’’. Karuan saja makan diambang pintu tidak baik, dan tidak sopan, karena pintu adalah tempat lalu-lalang.

‘’Jika naik sepeda atau motor supaya nge ‘’Bell’’ ditikungan, permisi sama yang nunggu atau mbahurekso, agar selamat’’ . Baik sekali nasihat ini, karena dengan membunyikan bell di tiap tikungan orang yang jalan kaki, baik yang searah atau berpapasan dengan kita tahu bahwa ada kendaraan agar menepi, sehingga tidak kena langgar, atau peluang terjadinya tabrakan menjadi minim. Namanya tikungan tentu sipengendara tidak bisa melihat dengan teliti apa yang didepan / belokan, terutama jika kanan-kirinya rimbun oleh pohon atau terhalang bagunan, maka bunyi bell menjadi solusi.

‘’Jika dihutan jangan membakar ikan, atau daging, baik burung maupun ayam nanti bisa mengundang celaka’’. Benarlah kata Orang tua jaman dulu, dikarenakan hutan jaman dahulu kala masih banyak hewan buas yang berpenciuman tajam, seperti Harimau, dan Beruang. Hewan-hewan itu mampu mengendus bau mangsanya di radius 6 km2. Ikan yang dibakar akan menebarkan aroma sedap yang kuat kesekitar. Sama halnya dengan mengundang hewan tadi untuk datang.

‘’Tole, jangan suka main di sungai itu ya…disitu ada bunculnya, atau disitu ada wiyangga nya’’. Sosok hantu Buncul dan Wiyangga sebagai hantu di air dalam, atau sungai yang sedang meluap, konon   suka menyeret calon korbannya kedalam air dan menghisap ubun-ubun anak kecil. Pun, sebenarnya dalam rangka sayang anak, agar anak tidak main di air, atau sungai, karena bisa berbahaya yaitu tenggelam atau teseret arus deras. Sosok hantu serupa juga ada di kalangan orang Jepang dalam rangka sama.

Sosok Kalongwewe, dan kalakanthung yang konon munculnya diwaktu sandhikala, atau senjakala. Suka menculik anak kecil yang masih keluyuran menjelang maghrib. Membuat anak-anak masa itu cepat pulang kerumah sebelum maghrib, karena takut menjadi korban hantu tadi. Dengan pulang kerumah sebelum petang maka anak-anak bisa mandi sebelum malam, dan sudah berada didalam rumah sebelum hari gelap. Dengan demikian anak-anak lebih aman.

Nabi Saw, juga menasihati, bahwa menjelang malam / senja adalah saat-saat setan keluar untuk berkeliaran, untuk itu cegahlah anak-anak dari keluar rumah, atau jangan sampai anak-anak masih diluar rumah. Tetapi Nabi Saw, tidak mengatakan adanya makhluk – makhluk klenik tadi ya…karena mustahil Seorang Nabi memberi nasihat bermuatan Klenik atau mistik.

Profil Tentang Lelembut Beken Jawa

Makhluk – makhluk ini antara ada dan tiada. Keberadaannya sulit dibuktikan secara ilmiah maupun akal. Sehingga lebih tepat sebagai makhluk mitos. Eksistensi mahluk-mahluk tadi hanya melalui cerita-cerita turun temurun Orang tua yang entah dari mana asal-usulnya. Secara umum mereka disebut dengan bermacam-macam nama ; Makhluk halus, Roh jahat, Hantu, Siluman, lelembut, jembalang, Orang Bunian atau orang kebenaran, Jin hitam (maksudnya Jin dari golongan hitam / Jahat), setan, belis, iblis,dan entah apalagi.

Para Ulama berpendapat bahwa, itu semua jika memang pernah ada, adalah bagian dari tipu daya Syaithon dari bangsa Jin untuk menyesatkan Manusia melalui dongeng-dongeng Rakyat setempat. (Baca Romantika Adam-Hawa). Jadi Jin sengaja menyusup ditempat mana yang dikatakan orang angker, lalu menjelma sesuai dengan profil yang diceritakan orang. Maka dikatakan si anu pernah melihat genderuwo dibawah pohon beringin tua…dsb….dsb….lalu menyebarlah cerita pohon itu singit (angker).

Tempat yang singit bisa menyebabkan seseorang kesambet, yaitu sakit dan mendadak pingsan karena gangguan roh jahat (orang halus, hantu). Orang yang sakit sebab kesambet, biasanya akan meracau, lalu dipanggilah dukun atau orang pintar. Jadilah makin kuat isu tentang singitnya pohon itu, karena menurut terawangan sang dukun bahwa pohon itu singit.

Dikalangan Masyarakat yang masih subur kleniknya mitos tempat yang angker, kesambet, tuah, jimat, sakti, mantra, wafaq, kempunan dan dukun masih berurat akar  dalam hati mereka. Sehingga mereka begitu yakin dan takut, bahkan lebih takut dengan hal-hal tadi daripada takut dengan ancaman agama.

Padahal secara medis orang yang sakit atau demam apabila panas tubuhnya sangat tinggi, maka orang tsb akan mengalami halusinasi, akibatnya sipenderita akan meracau atau mengigau, bahkan meronta-ronta.

Apapun jika diyakini dan dipercayai dengan kuat, apalagi dengan disertai ritual-ritual mistik akan muncul kekuatan, bahkan gelang karet yang ada dilengan anda sekalipun bisa. Karena kekuatan itu datang dari setan yang menyusup untuk menghancurkan aqidah anda. Maka waspadalah dan sayangi diri dari hal yang berbau syirik. Karena syirik adalah dosa tertinggi yang tidak diampuni Alloh, kecuali dengan Tobat Nasuha (Tobat sejati).

Adapun Penulis menulis tentang keberadaan mahluk-mahluk tadi adalah dengan maksud menyeimbangkan dongeng-dongeng atau rumor yang sudah beredar dan berusaha meluruskan. Ambil baiknya buang buruknya inilah intinya, karena dalam mitos itu ada juga dalam rangka wejangan, atau sayang anak seperti yang saya ungkapkan diatas. Dengan pemahaman yang baik diharapkan kita tidak lagi terjebak oleh virus syiriknya. Karena saya sudah menjelaskan sebelumya, maka profil-profil mereka saya tulis apa adanya sesuai dengan apa yang saya dengar dari kisah / dongeng yang sudah beredar luas, sbb ;

  1. Kuntilanak. hantu yang konon berkelamin perempuan, suka mengambil anak kecil atau mengganggu wanita yang baru saja melahirkan. Didalam film digambarkan, kuntilanak dapat terbang dan duduk diatas pohon besar dengan suara ringkikan yang melengking tinggi seperti suara wanita jalang yang tertawa. Hantu ini diabadikan menjadi nama kota yaitu, Pontianak,ibukota Kalimantan-Barat.
  2. Sundel bolong. hantu  berwujud perempuan cantik yang punggungnya bolong (berlubang). Hantu ini konon berasal dari arwah penasaran akibat mati melahirkan atau dibunuh sewaktu hamil. Dari segi pandangan Islam jelas sangat sesat, karena menurut Islam roh orang yang meninggal berada di alam barzah, atau alam kubur, tidak mungkin gentayangan didunia lagi. Wanita yang meninggal karena melahirkan dalam Islam dikatakan mati Syahid atau mati mulia, tidak terhina menjadi arwah gentayangan berupa sundel bolong, jelas ini sangat menyedihkan. Begitu juga wanita atau pria yang dibunuh  tanpa hak, maka semua dosanya beralih kepada sipembunuh. Kecuali atas putusan pengadilan sebab kesalahannya, dan dilakukan oleh algojo.
  3. Kalongwewe dan kalakanthung. Kedua jenis makhluk ini suka menculik anak-anak. Waktu operasinya disaat sandhikala. Kalongwewe menculik dengan modus menjelma dengan menyerupai ibu dari si anak calon korban. Sedangkan kalakanthung menjelma sebagai bapak dari calon korban.
  4. Butha ijo. Hantu Raksasa yang seluruh badannya berwarna hijau, dekil dan bau apek. Suka mbahurekso ditempat sunyi, gelap dan angker. Seperti pohon beringin tua, rumah suwung (tidak ditempati), gumuk (gundukan tanah seperti bukit kecil) dan tempat tempat yang jarang dijamah Manusia. Gambaran mukanya seram, lihat topeng khas Bali, atau patung penjaga gerbang khas Bali, atau yang sering dilukis pada kaos yang bertuliskan Bali, itulah imajinasi Butha. Matanya bulat melotot sebesar telur, cuping hidungnya lebar dan mulutnya besar dengan taring yang panjang. Jari-jari tangannya sebesar buah pisang. Lelembut ini konon sering dijadikan pesugihan. Idiih….
  5. Tuyul. Makhluk halus yang konon berupa bocah batita berkepala gundul. Jembalang pesugihan ini  dapat diperintah oleh orang yang memeliharanya untuk mencuri uang dsb. Agar cepat kaya. Karena masih batita (bawah tiga tahun) si pemelihara terutama isterinya harus mau menyusuinya, bukan main rakusnya ia menyusu, sehingga isteri orang yang punya tuyul diceritakan badannya kurus-kering, dan lesu karena kurang tidur. Apalagi tuyul biasanya sepasang. Woi..
  6. Pocong. hantu yang berupa mayat berbungkus dengan kain kafan putih dan jalannya melompat-lompat seperti vampire. Ada yang mengatakan pocong adalah hantu bangkit, yaitu arwah orang yang mati penasaran, atau karena masih ada tanggungan hutang dll. Jelas ini sangat sesat karena menurut Islam roh orang yang meninggal berada di alam barzah, atau alam kubur tidak mungkin gentayangan didunia lagi.
  7. Maya-Maya. Roh gentayangan, atau arwah penasaran dari orang yang telah meninggal sebelum 40 hari, jika sudah 40 hari biasanya menghilang. Arwah itu gentayangan dan menampakkan diri terhadap keluarganya atau tetangganya karena arwah masih ada tanggungan hutang atau ilmu hitam, baik berupa susuk, atau jimat yang masih melekat dalam jasadnya. Jika ini benar terjadi maka itu bagian dari tipu daya jin yang memberi kesaktian atau tuah pada susuk, atau jimat orang tsb. Karena roh manusia tidak akan mampu dilihat oleh mata Manusia sekalipun ia adalah Nabi. Dan biasanya orang yang mengaku-ngaku telah melihat arwah si anu dan si anu adalah orang yang kolot dan lemah akidahnya, serta pintar membual, atau seorang penakut yang melihat bayangan kucing melompat dimalam hari lalu diasosiakan sebagai arwah, karena jiwanya telah termakan oleh cerita mistik.
  8. Genderuwo.hantu jahat yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu tebal dan kasar. Lelembut ini sering dijadikan pesugihan. (baca Jembalang pesugihan dibawah ini).
  9. Gerandong. Makhluk halus yang mbahurekso di Gunung Merapi.
  10. Nyi Roro kidul. Makhluk Lelembut ratu penguasa laut selatan, berwujud wanita cantik bermahkota emas, dan berbusana kemben Jawa berwarna hijau muda. Menurut dongeng Jawa, ia kadang muncul dengan mengendarai kereta kencana ditarik beberapa ekor kuda putih dan meluncur diatas ombak. Imajinasi tsb kemudian tertuang diatas kanvas oleh pelukis Basuki Abdullah. Keraton Yogyakarta ada pertalian erat dengan lelembut ini, sehingga setiap ada acara pernikahan atau lainnya dari salah satu bangsawan keraton, mereka akan melakukan ritual untuk meminta restu dari Nyi roro kidul. Padahal dulunya Keraton Yogyakarta adalah Pusat Kesulthanan Mataram Islam. Tetapi sekarang menjadi pusat klenik ditanah Jawa.
  11. Nyi Blorong. Ratu ular yang juga menjadi salah satu penguasa pantai selatan pulau jawa yang berasal dari jenis siluman ular. Ada yang bilang rival dari nyi roro kidul.
  12. Dewi Lanjar. Lelembut ratu penguasa pantau utara Jawa. Konon keratonnya di sekitar laut Pekalongan Jawa-tengah. Hampir setiap tahun Nelayan di pesisir Pantura Jateng. Mengumpulkan iuran guna melaksanakan ritual untuk Dewi Lanjar dengan melarung berbagai macam sesajen termasuk kepala kerbau kelaut. Ini dimaksudkan agar ketika melaut diberi keselamatan dan berlimpah hasil tangkapannya. Juga agar terhindar dari kemurkaan dan kejahatan dewi silanjar. Acara ini biasanya disertai hiburan dan atraksi seni sehingga menarik pengunjung. Naudzubillahi mindzalik. Jika ingin tangkapan ikannya berlimpah maka, secara tehnik yang harus diperbaharui adalah tehnologi kapalnya dan tehnik penangkapannya dengan tehnik mutahir. Sebanyak apapun sesajen dan sebesar apapun kepala kerbau yang dilarung, jika kapalnya masih kapal tradisional dengan tehnik penangkapan yang ketinggalan jaman, maka mustahil akan mampu bersaing dengan kapal modern dengan alat tangkap ikan canggih. Urusan rejeki dan keselamatan itu adalah urusan Alloh, hanya kepada Dia kita bersandar.
  13. Dewi Sri. Dongeng asal mula tanaman padi. Namun Masyarakat Jawa masih ada yang meyakini sebagai dewi penjaga dan dewi pemberi kesuburan pada tanaman padi. Hingga kini masih ada petani yang memberi sesajen dan ritual khusus buat dewi sri menjelang panen, sebagai ungkapan terima kasih atau agar nanti panennya berlimpah.
  14. Setan Perkayangan. Setan yang sangat gesit dan cepat, antara ada dan tiada. Tidak identic dengan bentuk apapun. Biasa untuk sebutan yang tidak serius. Bahkan sering disebut untuk bunga – bunga sulap semisal sim-salabim.
  15. Danyang. Lelembut harian penunggu / penjaga rumah, pohon, atau jembatan. Dulu banget, Kakek-Nenek kita sering menaruh sesajen khusus berupa takir bubur putih dan bubur merah di 4 penjuru rumah, Pohon tua atau gumuk (jw. gundukan tanah kecil seperti bukit), atau tempat-tempat yang dianggap singit terutama setiap menjelang malam jumat kliwon. Bau asap kemenyan kemudian mengepul mengiringi komat-komat bacaan mantra meminta keselamatan buat anak-cucunya. Dan wejangannya ; ‘’Cu, jika lewat di jalan atau jembatan yang singit, tikungan, atau kuburan angker supaya tidak kesambet, maka ucapkanlah ; Buyut atau Kyai, permisi cucunya mau lewat’’. Lucu ya…emang kita ini bangsa lelembut ?! Kita orang anak-cucu Adam, bukan anak-cucu danyang. Tak selalu petunjuk Orang tua itu benar, walau maksudnya baik. Dan sebaik-baik petunjuk adalah yan datang dari Alloh dan RosulNYa.
  16. Indang. Roh halus atau makhluk halus yang menjadi asisten Dukun. Indanglah konon yang mendeteksi atau mengobati penyakit terutama yang berkaitan dengan penyakit akibat teluh atau santet. Dialah yang memberikan terawangan kepada sang dukun, si anu kena ini dan itu dan obatnya, ini…ini…dan itu…lalu, Mbah dukun berkata dan berbuat ini dan itu sesuai saran indangnya. Adakalanya indang memberitahu sang dukun lewat mimpi terutama yang berkaitan dengan ramalan atau masadepan. Kami berlindung kepada Allloh dari tipu daya mereka, hanya Alloh Zat yang mengetahui perkara Ghoib, termasuk apa yang akan terjadi kedepan. Sungguh!, Makhluk tak mungkin tahu apa yang akan terjadi, sekalipun hanya satu detik kemudian.
  17. Belis Gundul (Iblis Gundul). Hantu licik dengan  penampakan kepala botak atau plontos, memiliki gigi seri yang besar – besar seperti gigi kerbau. Sering diasosiakan juga kepada Dalang atau (Oknum) pelaku kejahatan. Misalnya ; Siapa Belis gundul yang mencuri timun ini ? maksud belis gundul atau setan gundul adalah pelakunya, bisa orang atau hewan yang masih misterius.
  18. Buncul, dan Wiyangga. Hantu yang menghuni air dalam seperti lubuk sungai. Dan mengincar korban anak kecil yang senang bermain ditepi sungai. Di dongengkan buncul adalah mahluk berkepala plontos yang menyerupai bocah kecil dengan gigi runcing seperti gigi kucing, berekor panjang untuk menyabet dan membelit calon korban. Konon ia akan menghisap daya hidup korbannya melalui ubun-ubun. Wiyangga digambarkan hampir sama dengan buncul, hanya wiyangga memiliki rambut dikepala yang sangat lebat dan panjang, dan rambutnya ini berfungsi seperti ekor pada buncul.
  19. Siluman.makhluk halus yang sering menampakkan diri sebagai manusia atau binatang. Misalnya siluman Harimau, siluman Ular, Siluman Serigala dll. Siluman Harimau berarti Manusia jadi-jadian yang berasal dari siluman Harimau.

Jembalang Pesugihan

Salah satu Jembalang yang paling jahat dan menakutkan adalah  Gendruwo.

Konon, menurut dongeng mereka gemar memangsa manusia, tapi jembalang ini juga terkenal bisa membuat  manusia menjadi mendadak kaya.  yaitu manusia yang siap menjadi budaknya melalui perjanjian yang disebut Pesugihan / Ngipri atau Nyupang. Dimana  syaratnya, manusia tadi harus ;

  1. Bersedia kafir dari agamanya dan menjadi hamba setan, walau dia boleh berhaji dan sholat untuk menutup mata orang banyak.
  2. Menyediakan tumbal atau wadal, tumbal pertama adalah orang yang paling dicintai bisa anak, orangtua, ataupun orang terkasih mana saja. Tumbal kedua adalah tumbal bulanan, atau setiap purnama, yakni nyawa manusia siapa saja.

Betapa tamak harta dunia menjadikan manusia gelap mata. Tak peduli apapun diperbuat demi kekayaan dan kejayaan semu.

kehinaan akan menimpa manusia yang berlaku demikian tapi nafsu telah membutakannya. Sehingga akal menjadi pendek. Manusia tak dapat mengambil pelajaran, sehingga terus terulang sepanjang masa. Dan Jembalang menjadi sahabat yang mengantarkan kepada kehancuran dibelakang hari.

Tak ada yang gratis, Gendruwo juga menuntut upah nyawa budaknya diakhir masa berlaku perjanjian,

dan matilah budak tadi dengan segunung penyesalan tiada akhir.

Gendruwo masa kini

Aduhai sayang itu adalah kisah masa lalu. Gendruwo dari bangsa jembalang saja. Tetapi gendruwo masa kini dari bangsa sendiri.

Mereka jauh lebih tamak dan lebih kejam dari gendruwo bangsa jembalang. Nyawa, Nasib berjuta manusia adalah hiburan dan mainan indah bagi mereka. Dan jeritan meregang nyawa adalah musik yang merdu bagi telinga mereka, sehingga genderang perang mereka tabuh diseantereo jagat.

Boleh jadi rupa mereka tak se seram Gendruwo bangsa Jembalang..tetapi manis menawan hati dengan rupa yang elok diluar, atau ketika didepan kamera. Sehingga berjuta orang menyangka bak Malaikat atau Pahlawan sejati.

Para Gendruwo kini sempurna menggenggam dunia, segala kemakmuran dunia mereka kuasai, sehingga banyak manusia dilingkupi nestapa dan diperbudak system setan. maka tak heran dunia sekarang kacau balau.

lihat di Irak, Suriah, Palestina jutaan orang mati mengenaskan. Dibelahan bumi yang lain juga tak kalah tragis. Berita pembantaian menjadi lumrah seperti berita bola, atau tinju, atau gosip artis murahan.

Anehnya Gendruwo tadi mendapat dukungan luas, walau membantai jutaan nyawa tak berdosa. Saking lihainya menipu dan membalikan fakta.

Sementara penentang Gendruwo mati konyol dengan nama cemar “Teroris”  ‘’Ekstrimis’’ ‘’Fundamentalis’’  atau apalah yang tak patut.

Entah sampai kapan dominasi para gendruwo berlangsung. Agaknya hanya tangan Tuhan yang mampu. apalagi manusia jahil kini tak lagi lugu. itulah kunci kemenangan kaum Gendruwo.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan lokal dengan pemahaman baru yang lebih logis dan jernih. Tiada gading yang tak retak, karena kesempurnaan hanya milik Allah, tetapi ‘’Qul walau kana muron’’ Sampaikanlah (kebenaran) walaupun pahit. Mudah-mudahan kami telah menyampaikan itu. Amien.

Pencarian Terbaru:

  • asal usul buncul
  • carita dongeng rembulan